1
File: 1.mp4 • Ukuran: 84,92 MB
Materi ini membantu guru membuat media pembelajaran yang lebih hidup: mulai dari membuat naskah dengan ChatGPT/Gemini, memahami biaya token video generator AI, memanfaatkan promo/trial, membuat animasi dengan Canva atau Pippit AI, hingga membuat quiz interaktif bergambar dengan HTML.
Peserta dapat bergabung ke grup pelatihan untuk mendapatkan informasi lanjutan, file pendukung, update materi, contoh prompt, dan koordinasi setelah sesi pelatihan selesai.
Silakan klik tombol di bawah atau scan QR code menggunakan kamera HP/WhatsApp.
Bagian ini bisa dipakai sebagai pengantar singkat untuk mengenalkan latar belakang pemateri kepada peserta.
Pemateri adalah praktisi digital yang sehari-hari bekerja secara fleksibel membantu kebutuhan klien dari berbagai negara. Pekerjaannya bisa dibilang “serabutan digital”, tetapi tetap berada dalam lingkup teknologi dan kreatif: membantu pembuatan website, desain visual, landing page, WordPress, materi presentasi, konten digital, perbaikan tampilan, automasi sederhana, keamanan website dasar, sampai pemanfaatan AI untuk mempercepat pekerjaan.
Berbekal pengalaman menangani ratusan pekerjaan untuk klien worldwide, pemateri terbiasa mengubah kebutuhan yang masih umum menjadi solusi praktis yang bisa langsung dipakai. Dalam pelatihan ini, pengalaman tersebut dibawa ke konteks pendidikan: bagaimana guru dapat memakai AI bukan hanya untuk mencari jawaban, tetapi untuk membuat media ajar, animasi, dan quiz interaktif.
Pelatihan ini dirancang bukan sekadar mengenalkan AI, tetapi menuntun guru melewati alur produksi media ajar: memilih topik, membuat naskah dengan AI, mengubahnya menjadi animasi, lalu membuat evaluasi interaktif bergambar.
Guru belajar menggunakan ChatGPT atau Gemini untuk membuat ide, penjelasan, script video, soal, pembahasan, dan instruksi teknis.
Guru mengubah materi menjadi storyboard singkat yang mudah dibuat di Canva atau Pippit AI, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup.
Guru membuat tiga model quiz: pilihan ganda bergambar, drag and drop bergambar, dan susun urutan proses dengan animasi.
Materi sains dikaitkan dengan rasa syukur, tadabbur ciptaan Allah, adab menjaga alam, dan kebiasaan berpikir ilmiah.
Sains islami bukan berarti mengganti fakta ilmiah dengan ceramah. Pendekatan ini mengajak siswa memahami fenomena alam secara ilmiah, lalu menghubungkannya dengan nilai keimanan, rasa syukur, tanggung jawab, dan adab terhadap ciptaan Allah.
Misalnya siklus air dijelaskan dengan istilah evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Guru tetap menekankan sebab-akibat ilmiah.
Setelah siswa memahami prosesnya, guru mengajak siswa menyadari bahwa air adalah nikmat besar yang harus disyukuri dan dijaga.
Contoh pertanyaan: mengapa hujan turun, mengapa air menguap, mengapa kita tidak boleh boros air, dan bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
Topik-topik ini cocok untuk materi animasi dan quiz interaktif karena visualnya mudah dibuat dan dekat dengan kehidupan siswa.
Ketika guru membuat gambar atau video dengan AI, prosesnya tidak hanya seperti mengetik di aplikasi biasa. Di belakang layar, AI membutuhkan server besar, GPU/accelerator, memori, penyimpanan, listrik, pendingin ruangan server, bandwidth internet, dan sistem keamanan. Karena itu banyak platform video generator memakai sistem token, kredit, kuota harian, atau paket langganan.
Token atau kredit adalah satuan biaya pemakaian AI. Semakin berat prosesnya, biasanya semakin banyak kredit yang dipakai. Membuat teks relatif ringan. Membuat gambar lebih berat. Membuat video jauh lebih berat karena AI harus membuat banyak frame, gerakan, transisi, dan kadang suara.
Video AI membutuhkan komputasi tinggi. Platform harus membayar perangkat server, GPU, RAM besar, storage cepat, listrik, pendinginan, perawatan, dan tim teknis. Karena biaya infrastrukturnya tinggi, layanan video AI jarang benar-benar gratis tanpa batas.
Ledakan kebutuhan AI juga ikut menekan pasar komponen memori dan storage. Dalam laporan industri, harga kontrak DRAM dan NAND sempat naik puluhan persen per kuartal. Dampaknya, harga atau spesifikasi laptop baru bisa ikut terpengaruh, terutama RAM dan SSD.
Guru tidak harus langsung berlangganan semua tools. Media pembelajaran bisa dibuat bertahap dengan memanfaatkan promo, fitur trial, kredit gratis harian, atau kuota free yang disediakan platform. Kuncinya adalah membuat rencana konten dulu, sehingga kredit tidak habis untuk percobaan yang terlalu acak.
Gunakan ChatGPT/Gemini untuk merapikan naskah, scene, gaya visual, dan teks layar. Setelah matang, baru masuk ke video generator.
Untuk pembelajaran MI, video 30–60 detik sudah cukup. Video pendek lebih hemat kredit dan lebih mudah dipahami siswa.
Simpan video, gambar, quiz, dan template prompt dalam folder khusus. Media yang sama bisa dipakai ulang di sesi KBM lain.
Agar penggunaan AI lebih efisien, guru bisa membuat “bank media pembelajaran”. Setiap kali membuat video atau quiz, simpan dengan nama file yang jelas. Misalnya: IPA_Kelas4_SiklusAir_Video01.mp4 atau Quiz_SainsIslami_SiklusAir.html.
Salah satu kelebihan AI adalah gaya visualnya dapat diarahkan. Untuk anak-anak, tampilan yang familiar dan menyenangkan akan membantu mereka lebih tertarik. Guru dapat meminta gaya seperti mainan balok, super hero, kartun lucu, dunia hewan, papan tulis warna-warni, atau suasana kelas ceria.
Cocok untuk materi yang memiliki proses atau susunan. Misalnya siklus air divisualkan seperti dunia mini dari balok: laut, matahari, awan, hujan, sungai, dan pohon. Gaya ini membantu konsep abstrak terlihat konkret.
Cocok untuk membangun semangat. Misalnya “Pahlawan Air” mengajak siswa menyelamatkan sungai, menutup keran, dan menjaga kebersihan lingkungan. Style ini cocok untuk materi karakter dan aksi nyata.
Bisa dibuat seperti kartun anak yang ceria dan sederhana. Hindari meminta meniru karakter berhak cipta secara persis. Lebih aman menggunakan deskripsi umum seperti “kartun anak Indonesia yang lucu, ceria, dan ramah keluarga”.
Karena waktunya terbatas, materi sebaiknya langsung diarahkan ke satu contoh topik utama: siklus air dan nikmat hujan.
Kesalahan umum saat memakai AI adalah memberi instruksi terlalu pendek. Misalnya hanya menulis “buatkan materi siklus air”. Hasilnya biasanya umum dan sulit langsung dipakai. Prompt yang baik perlu menjelaskan target siswa, gaya bahasa, durasi, bentuk output, dan nilai yang ingin dimasukkan.
Dengan formula ini, AI akan lebih mudah menghasilkan materi yang sesuai kebutuhan kelas. Guru juga bisa meminta AI untuk membuat beberapa versi: versi sederhana, versi lebih visual, versi lebih islami, versi lebih singkat, atau versi untuk kelas yang berbeda.
Setelah AI memberi jawaban pertama, guru tidak harus langsung memakai hasilnya. Gunakan instruksi lanjutan seperti berikut:
Storyboard berikut bisa dipakai sebagai contoh latihan. Guru dapat menyalinnya ke Canva atau Pippit AI. Setiap scene dibuat ringkas agar mudah divisualkan dalam durasi pendek.
Mulai dengan pertanyaan dekat dengan siswa: “Mengapa hujan bisa turun dari langit?”
Panas matahari membuat air laut, sungai, dan danau menguap. Matahari berperan sebagai sumber energi.
Uap air naik dan mendingin, lalu berubah menjadi titik-titik air kecil yang berkumpul menjadi awan.
Ketika awan semakin berat, air turun ke bumi sebagai hujan. Siswa diajak bersyukur karena hujan menyuburkan tanah.
Sebagian air meresap ke tanah, sebagian mengalir ke sungai dan laut. Air kembali berputar dalam siklus.
Setelah guru memiliki script, langkah berikutnya adalah membuat visual. Pada tahap ini, guru tidak perlu menjadi animator profesional. Cukup membuat 5–6 scene dengan gerakan sederhana, seperti teks muncul, awan bergerak, air turun, atau ikon bergeser.
Canva cocok digunakan jika guru ingin mengatur tampilan secara manual. Guru bisa memilih template, menambahkan ilustrasi, mengatur warna, menambahkan teks pendek, dan memberi animasi pada setiap elemen. Untuk pelatihan, Canva lebih mudah karena peserta dapat melihat setiap scene seperti slide.
Pilih ukuran presentasi 16:9 agar cocok ditampilkan di proyektor, atau video 1:1 jika ingin dipakai untuk media sosial sekolah.
Jangan menumpuk seluruh penjelasan dalam satu halaman. Satu halaman cukup berisi satu ide utama.
Gunakan efek muncul, geser, naik, turun, atau fade. Terlalu banyak animasi bisa mengganggu fokus siswa.
Guru bisa merekam suara sendiri atau menggunakan teks sebagai panduan saat menjelaskan langsung di kelas.
Pippit AI dapat membantu membuat video dari prompt atau naskah. Guru cukup memberi topik, target siswa, gaya visual, bahasa, dan susunan scene. Hasil video tetap harus dicek, karena AI bisa salah memilih gambar, salah menulis teks, atau kurang sesuai dengan konteks sekolah.
Sebutkan topik, usia siswa, bahasa Indonesia, gaya ramah anak, durasi, dan jumlah scene.
Pastikan istilah seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi ditulis benar.
Tambahkan pesan syukur, hemat air, dan menjaga lingkungan tanpa membuat penjelasan sains menjadi kabur.
Video bisa dipakai sebagai pembuka, penguatan konsep, atau bahan refleksi di akhir pembelajaran.
Section ini membaca video secara dinamis dari folder hasil yang berada sejajar dengan file materi ini. Peserta dapat melihat contoh media yang sudah pernah dibuat, lalu media tersebut bisa dikumpulkan sebagai bank media pembelajaran untuk dipakai ulang di sesi KBM lain.
File: 1.mp4 • Ukuran: 84,92 MB
File: 2.mp4 • Ukuran: 2,41 MB
File: 3.mp4 • Ukuran: 2,62 MB
Quiz berikut dibuat dalam satu halaman HTML. Setiap model quiz memiliki gambar atau animasi agar siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga mengamati visual. Topiknya memakai sains islami: siklus air, nikmat hujan, dan adab menjaga air.
Coba tiga tipe evaluasi: pilihan ganda bergambar, drag-drop bergambar, dan susun urutan dengan animasi.
1. Perhatikan gambar air terkena panas matahari. Proses air menguap seperti ini disebut...
2. Uap air naik, mendingin, lalu menjadi titik-titik air kecil yang berkumpul membentuk...
3. Air adalah nikmat besar bagi makhluk hidup. Sikap yang tepat adalah...
Tarik kartu istilah ke kotak gambar yang tepat.
Peristiwa ini terjadi setelah air menguap dan naik ke udara.
Contohnya air laut dan sungai menguap saat terkena panas.
Proses ini membantu menyimpan air tanah untuk kehidupan.
Hujan menjadi salah satu jalan air kembali ke bumi.
Tarik kartu agar urut dari awal sampai akhir.
Materi ini bisa digunakan sebagai pembuka atau penguatan pelajaran. Guru tidak harus memakai semuanya sekaligus. Pilih bagian yang paling sesuai dengan kondisi kelas dan fasilitas sekolah.
Guru bertanya: “Dari mana hujan berasal?” Siswa menjawab bebas. Tujuannya membangkitkan rasa ingin tahu sebelum video diputar.
Putar video 60–90 detik. Setelah itu guru mengulang istilah penting sambil menuliskan empat proses utama di papan.
Siswa menjawab pilihan ganda bergambar, mencocokkan istilah, atau menyusun urutan. Bisa dikerjakan bersama melalui proyektor.
| Model Quiz | Tujuan | Cocok Untuk | Contoh Topik Lain |
|---|---|---|---|
| Pilihan ganda bergambar | Mengecek pemahaman cepat dan memberi feedback langsung dengan bantuan visual. | Materi pendek setelah video atau penjelasan guru. | Bagian tumbuhan, sumber energi, organ tubuh, wudhu. |
| Drag and drop bergambar | Menghubungkan istilah dengan arti, contoh, dan gambar. | Istilah sains, kosakata, definisi, nama proses. | Fotosintesis, rantai makanan, sifat benda, akhlak terpuji. |
| Susun urutan | Melatih siswa memahami tahapan proses secara runtut. | Materi yang memiliki urutan logis. | Siklus air, pertumbuhan tanaman, tata cara wudhu, daur hidup hewan. |
Prompt ini bisa diberikan ke ChatGPT atau Gemini. Minta AI membuat satu file HTML berisi CSS dan JavaScript agar mudah diupload ke website.